Menu

Inilah Kapal Selam Kebanggaan Indonesia, KRI Cakra 401

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Jan 18, 2019.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Verified Memberrpermana Active Member

    • Messages: 263
    • Likes Received: 98
    [​IMG]

    KRI Cakra (401) adalah kapal kedua yang menyandang nama Cakra milik TNI AL dan merupakan jenis kapal selam kelas Cakra pertama. Diproduksi oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman di tahun 1981, kapal selam yang satu ini merupakan jenis Kapal selam 209/1300 yang paling banyak digunakan oleh militer Angkatan Laut di dunia.

    Melalui adanya dukungan teknologi canggih untuk berperan sebagai armada pemukul milik TNI Angkatan Laut, tentunya kemampuan KRI Cakra tak perlu diragukan lagi. Telah melakukan tugas dalam waktu yang lama, kini KRI Cakra mendapatkan upgrade sehingga masih bisa digunakan dalam jangka panjang.

    Teknologi KRI Cakra (401)

    KRI Cakra (401) versi asli ditenagai oleh motor listrik Siemens jenis low-speed yang disalurkan secara langsung melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal tanpa gear pengurang putaran. Memiliki total daya mencapai 5000 shp, daya listrik juga datang dari sejumlah baterai besar dengan berat mencapai 25% dari berat kapal, di mana baterai tersebut dibuat oleh Hagen (Hi-power) dan Varta (low power).

    Mempunyai bobot selam mencapai 1,395 ton, KRI Cakra (401) juga memiliki dimensi fisik berukuran 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter dengan kemampuan jelajah berkecepatan 21,5 knot dan dapat diawaki oleh 34 pelaut. Terkait persenjataan, terdapat 14 buah torpedo 21 inci yang disimpan di dalam 8 tabung, sedangkan sistem sensor menggunakan sonar CSU-3-2 suite.

    Upgrade KRI Cakra (401)

    [​IMG]

    Dibuat sejak tahun 1981 dan telah melewati banyak peristiwa bersejarah, tentunya kemampuan dan performa kapal selam kebanggaan Indonesia ini mulai menurun. Namun, kini KRI Cakra 401 mendapatkan upgrade dan perbaikan senilai USD 40 juta sehingga umur dari kapal selam ini lebih panjang dan bisa dioperasikan dalam kurun waktu di atas tahun 2024.

    Adapun, perbaikan dan peningkatan sistem dari KRI Cakra 401 dilakukan oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), sementara pengerjaannya dilakukan oleh PT PAL yang bertempat di Surabaya sejak pertengahan 2018.