Menu

Mengenal Cooling Water System Pada Kapal

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Aug 3, 2018.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Featured Memberrpermana is a Verified Memberrpermana Well-Known Member

    • Messages: 293
    • Likes Received: 122
    [​IMG]
    Terdapat sederet teknologi yang digunakan untuk menjalankan kapal secara prima. Salah satu teknologi penting berupa sistem pendingin yang berfungsi sebagai penyerap panas dari hasil pembakaran bahan bakar di dalam silinder sehingga pengoperasian motor induk tetap lancar.

    Dalam fungsinya, sistem pendingin mengendarkan tekanan ke seluruh komponen induk secara konstan seperti injector, cylinder jacket cooling dan cylinder head. Adapun, motor diesel dapat didukung dengan dua sistem pendinginan yang masing-masingnya memiliki cara kerja dan fungsi berbeda, seperti:

    Sistem Pendinginan Terbuka

    [​IMG]

    Sistem terbuka ini bekerja dengan cara melakukan pendinginan melalui media air laut untuk penyerapan panas. Sistem ini bekerja dengan mengambil air laut dari katup melalui filter dan pompa air. Kemudian, air laut akan didistiribuksikan ke seluruh bagian mesin induk yang memerlukan pendinginan dengan memanfaatkan minyak pelumas dan pendingin udara untuk mendinginkan kepala silinder, dinding silinder dan katup pelepas gas. Setelah proses tersebut dilalui, maka air laut akan dibuang keluar kapal.

    Adapun, sistem pendinginan terbuka memiliki kelebihan seperti proses yang sederhana, hemat penggunaan alat dan memerlukan daya lebih kecil. Sementara itu, kekurangannya adalah potensi dampak negatif pada material yang bersentuhan langsung dengan air laut seperti karat, kotor, penyempitan saluran pipa pendingin dan lainnya.

    Sistem Pendinginan Tertutup

    [​IMG]
    Sementara itu, sistem pendinginan tertutup memanfaatkan media air tawar yang secara simultan bersirkulasi untuk mendinginkan mesin kapal. Dalam prosesnya, media air tawar akan dialirkan ke semua silinder dan keluar menuju cooler dengan suhu 700 C - 800 C, kemudian air tersebut akan didinginkan di fresh water cooler oleh air laut untuk menurunkan suhu hingga 500 C - 600 C. Setelah itu, air tawar akan kembali dihisap oleh pompa yang seterusnya digunakan untuk mendinginkan mesin induk.

    Melalui cara kerja yang berlangsung secara terus menerus, maka sistem ini dinamakan pendinginan tertutup. Di sini, media berupa air tawar untuk pendinginan akan disirkulasikan secara terus menerus.

    Adapun, kedua sistem tersebut banyak digunakan oleh kapal dengan mesin diesel untuk menjaga kekuatan mesin supaya tetap awet, sanggup mencapai tenaga yang optimal, meminimalisir terjadinya kerusakan pada mesin dan mempertahankan temperatur untuk tetap bekerja dalam kondisi normal.