Menu

Scaffolding Ambruk, 13 Pekerja Galangan Kapal di Lamongan Marine Luka Parah, Ada yang Tewas

Discussion in 'Diskusi Umum' started by minmin, Jun 24, 2018.

Share This Page

  1. Staff Member
    minmin

    minmin is a Featured Memberminmin is a Verified Memberminmin Administrator

    • Messages: 317
    • Likes Received: 120

    Scaffolding Ambruk, 13 Pekerja Galangan Kapal di Lamongan Marine Luka Parah, Ada yang Tewas

    Kecelakaan kerja terjadi di Lamongan Marine Industry (LMI). Sebanyak 13 orang pekerja menjadi korban ambruknya scaffolding alias perancah yang tidak kuat menahan beban para pekerja saat melakukan pengecatan Kapal Motor, Kamis (21/6/2018). Insiden di galangan kapal di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan juga mengakibatkan seorang korban tewas akibat tertimpa besi scaffolding bernama, Mujtahid warga Desa Paloh Kecamatan Paciran Lamongan.

    Sementara tiga korban yang mengalami luka parah, Rosyad, Iftitahul Khoiri, dan Hakam Mubarok dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

    Sedang Ahmad Efendi, Supangkat, Makmum, dan Mulyono menjalani rawat inap di Rumah Sakit Arsy Pacitan.

    Lima korban sisanya, Khoirul Faid, Taufik, Ghofur, Jihadi, dan Suwandi diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan hanya menjalani rawat jalan.

    Sebelum kejadian teerungkap, ada Kamis, (21/6/2018) sekitar pukul 14.00 WIB pada saat para pekerja melakukan pengecatan Kapal Motor Pertamina dengan menggunakan scaffolding untuk pijakan para pekerja. Tiba tiba scaffolding roboh. "Diduga karena tidak mampu menahan beban berat para pekerja," ungkap Kapolsek Paciran, AKP Fandhil saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Jumat (22/6/2018). Begitu scaffolding roboh tidak hanya pekerja yang di atas scavolding yang menjadi korban lantaran terjatuh.

    Namun juga menimpa para pekerja para pekerja yang ada di bawah." Ada mengakibatkan korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan," kata Fandhil.

    Luka yang diderita para korban itu diantaranya di kepala, tangan, kaki dan bagian anggota tubuh lainnya.

    Mereka yang bisa ditangani di rumah sakit daerah, terpaksa dirujuk ke Surabaya.

    Hingga hari kedua setelah setelah insiden, penyidik sudah memintai keterangan seorang saksi.

    Saksi yang dimintai keterangan dari pekerja perusahaan. Menurut Fandhil, polisi masih akan mengembangkan penyelidikan.

    Ditanya apakah ada tersangka atas insiden ini, Fandhil secara diplomatis mengatakan. "Nihil," katanya.

    Untuk menyidiki insiden ini dilibatkan petugas Inavis Polres Lamongan. Usai kejadian Inavis bergerak cepat. Terkait kepastian hasil olah TKP Inavis, Fanatik belum mendapatkannya.

    Pihaknya sudah mengamankan alat bukti beberapa set scaffolding yang ambruk saat dipakai para pekerja untuk tangga dalam proses pengecatan kapal motor Pertamina yang dikerjakan di LMI Paciran Lamongan.


    Sent from my iPhone using KapalAku.com mobile app